Pages

Labels

Senin, 15 Februari 2016

Hadapi Dengan Senyuman

ketika seseorang selalu terbayang di pikiranmu, saat itu pula kamu menyadari bahwa kamu sedang jatuh cinta.. .

tak terelakkan memang, apa daya semua orang juga merasakannya terlebih remaja sepertiku dan itu normal, bukankah cinta itu anugerah. .
"daƱ yang terpenting adalah bagaimana menjadikan anugerah itu tetap anugerah, bukan merusaknya dengan melanggar agama.." .

lagipula, orang sepertinya mana mau diajak Pacaran seperti kebanyakan, 
aku harus bagaimana sekarang? 
ah, entahlah.. .
dan pilihan ketiganya itu ya Memantaskan Diri.. .
mungkin secara materi aku sudah mandiri, tetapi apa aku pantas untuknya yang ilmu agamanya jauh di depan. rasanya memang belum mampu untuk sekarang. .
yasudah lah, benar juga kata murabbi:
"minta saja ke yang punya" .

untuk sekarang memang harus menahan diri sekaligus memperbaiki, agar saatnya nanti aku sudah mumpuni mengimami.. puasa jangan lupa dirutini. .
bukankah mencoba melupakan hanya akan menambah keingintahuan? lebih baik menerima dan mendekapnya dalam doa.. .

aku harus terus memperbaiki diri, menyibukkan dan membunuh waktu hingga saat yang tepat telah tiba. mungkin itu hal yang lebih bijak daripada memaksakan kehendak yang bisa jadi hanya akan menyakiti. .

sekarang saatnya, aku harus menemui lagi guruku. kali ini dengan kesiapan yang berbeda. iya sekarang aku siap. mungkin dia tau siapa yang bisa aku jadikan perantara taaruf ku dengannya. semoga.. .
Lantas apa gunanya aku mempersiapkan dengan sepenuh hati CV taaruf Ini? apa gunanya setiap hari memperbaiki diri, mencantumkan namanya disetiap doa yang aku panjati? disetiap iringan langkah yang aku jalani? .

Kenapa ya Rabbi, ini bukan seperti yang ku kehendaki.. .

Bahkan semutiara apapun yang tersampaikan oleh Murrabbi, enggan ku masuki ke dalam hati..

Sekarang kemana langkah yang akan kan ku jalani. bukankah KAU sebaik baik perencana?

Sekarang aku mengerti kenapa Murabbi melarangku untuk mengenalnya lebih dekat lewat jalur yang tak pernah bisa dibenarkan.

ketika kita belum bisa bersatu karena kehendaknya, setidaknya tidak pernah ada hubungan diantara kita, tidak ada yang tersakiti, tidak ada yang saling terbebani.. .

sekarang aku Ikhlas, ada rencana-Nya yang telah dipersiapkan di depan ku yang harus kugenggam dan menerima segala takdir yang telah tertulis.. .

siapa bilang aku sekarang Datang ke nikahannya mantan? bukan, aku sekarang Datang sebagai teman. teman Dari satu perguruan. mempelai pria nya pun aku sangat kenal baik. ia teman sekaligus guru yang sering Kali menasihati ku ketika aku melakukan kekeliruan. .

Barakallah Akhi, jangan lupa Datang juga di walimahanku. Insya Allah segara...

"kau harus bisa, bisa berlapang Dada. kau harus bisa bisa ambil hikmahnya.. "

2 Tahun Yang Lalu

     2 Tahun lalu aku bertemu denganmu, wanita yang awalnya aku anggap biasa saja, wanita yang sama saja dengan wanita yang lainnya, akan tetapi aku salah menilaimu, Aku tak menyadari jika hati ini suka denganmu, Cinta pada pandangan pertama. Menurutku cintaku itu akan cepat luntur karena aku tak mempunyai dasar untuk mencintaimu, cinta yang mengalir dengan sendiri, cinta yang datang dengan begitu cepat, cinta yang tak pernah aku bayangkan. Mencintaimu adalah kebahagiaan bagiku, Setelah 2 Tahun ini aku selalu mencintaimu.

    Aku Tau Cintamu telah termiliki, cintamu telah singgah ke hati sahabatku sendiri, Aku tak bisa berbuat apa - apa, 1 tahun setengah kau menjalin cinta dengan pria itu, Jujur aku sakit hati melihat itu, tapi sakit hatiku terbayar ketika kamu bahagia bersamanya, aku selalu tersenyum melihat guyonan - guyonanmu dengan dia, entah itu lewat Fb ataupun aku melihatnya sendiri. Ada kebahagian tersendiri melihatmu bahagia. 


   

Belajar Merelakan

     Hampir sudah 3 tahun lamanya aku berusaha mendapatkan hatimu, aku mencintaimu sebelum kamu secantik saat ini, sebelum kamu sepopuler sekarang. Saat jilbab yang kamu pakek masih sederhana sampai sekarang memakai jilbab yang modis, tapi hari ini aku memantapkan hati untuk merelakan dirimu. Aku tau cintamu sangat besar kepadanya, aku tak akan mengusikmu kebahagianmu lagi, cukup dengan melihat kau tersenyum aku sudah bahagia, 2 Tahun sudah aku tak mengisi blog ini, tapi di tahun ini aku akan sering mengisi blog ini, karena apa, aku sudah tak bisa lagi berjuang memilikimu. 2015 aku down ketika aku mendengar kamu bertunangan dengannya, di awal tahun 2016 aku lebih down, karena mendengar kabar bahwa kamu akan menikah dengan pilihan hatimu. Tahun 2016 adalah tahun yang berat untukku, sempat terpikir aku ingin pergi dari Sekolah itu, agar aku bisa menjaga hati ini. tapi ketika aku dapet interview dan diterima kerja di tempat laen, aku merasa semakin sedih. jadinya aku tidak jadi resign dari sekolah yang mempertemukan kita. Aku yakin aku cukup kuat untuk melihat pujaan hatiku bersanding dengan sahabatku sendiri, aku yakin aku kuat melihat cintaku bersama dengan pria di atas pelaminan. Aku bertekat untuk hadir di pesta pernikahanmu, memberi restu dan mengiklaskan hati yang selama ini aku perjuangkan.
    
     Mencintai orang yang kita cintai adalah hal biasa, Tapi melihat dan Mendoakan orang yang kita cintai hidup bahagia bersama orang lain adalah yang Luar Biasa. aku ucapakan selamat atas keberhasilan kalian memperjuangkan cinta. Cinta yang tak mengenal lelah, cinta yang tidak mendengarkan komentar orang, cinta yang mampu mematahkan mitos - mitos kehidupan, cinta yang mampu bertahan walaupun rintangan menerjang, Jika kita tak hidup seatap, kunjungilah aku sebagai temanmu, teman yang sempat berharap dapat hidup seatap denganmu. Semoga pernikahannya lancar, semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah dan warahmah. Doaku tulus untukmu, semoga kau selalu bahagia. Aku tetap disini sebagia pengagummu, Seperti Kataku dulu, Pengagum tak perlu balasan cinta dari wanita yang dikaguminya. hanya dengan melihatmu bahagia, aku juga ikut bahagia, meskipun aku tau bahagiamu bukan karena aku,